Postingan

Menampilkan postingan dengan label R4

[Ronde 4] Worca Shiwite - Ray Orange County

By: Ten Percent Roll [1] Sesi pemanggilan peserta pasang per pasang berjeda 20 menit di dalam restoran. Pilar teleportasi — yang selalu kontestan jumpai — diletakkan di tengah meja makan yang disusun sirkular. Lampu menyala redup. Lilin berlapik tengkorak — entah asli atau tidak — manusia bersanding dengan piring makan peserta, tak lupa lukisan-lukisan surealis menghiasi tembok. Suasana kelam tersebut juga didukung ekspresi kelam pegawai Hadhyatha yang ditugasi menyebut siapa lawan siapa. Aura suram menguar darinya. Sedikit menunduk, tatapan kosong, dan bibir keringnya bergerak hemat-hemat. Sebagian takut, sebagian tidak — merasa ini semua hanya sandiwara jelek untuk menakut-nakuti. "Worca Shiwite. Lawan, Riven." Keduanya langsung beradu tatap. Mulut dan alis Riven lurus, hanya saja, sorot matanya menusuk. Itu bisa berarti apa saja. Worca menenggak ludah, membayangkan energi ekstra yang bakal terkuras misal anak itu benar-benar mau tanding ulang le...

[Ronde 4] Nyai Dasimah - Nyai Dasimah ... Gas ... Gas ... Gas ....

By: Ribato Linda Nyai Dasimah ... Gas ... Gas ... Gas.... Nyai berdiri termenung menunggu giliran memasuki pilar teleportasi. Pada pertandingan sebelumnya, Nyai berhasil berjudi dengan memanfaatkan Abu dan meresikokan dirinya sendiri menghadapi tiga orang. Nyai yang pernah merasuki Abu mengerti, bahwa Abu akan mengendap-endap dan membuat kekacauan sebelum mengambil kemenangan. Walau begitu, Nyai Dasimah nampak tidak senang. Hal ini dikarenakan Pedang Cwalika yang harusnya dia simpan sampai akhir, harus dia gunakan pada babak ketiga. Hanya pedang Cwalika yang dapat Nyai andalkan ketika bertemu lawan dengan kemampuan tidak masuk akal. Nyai Dasimah mendesah sebelum pilar teleportasi membawa dirinya ke tempat lomba selanjuta. "Tempat mengerikan macam apa ini? bahkan bangsal di kerajaan Amarya milik raja Ash Rhok masih lebih baik. Walau aku tidak pernah dikurung di tempat itu sih." Kata-kata pertama itu keluar setelah kaki Nyai Dasimah menginjak tanah dengan darah menger...