Postingan

Syarat dan Ketentuan Perempat Final

Gambar
Delapan peserta tersisa dari ronde lima yang dilanda Insiden merupakan para petarung yang lolos ke babak perempat final. Dipandu Soraya dalam perjalanan di dalam bis, kalian sampai di lapangan parkir sebuah museum dengan papan besar bertuliskan papan ingatan. Saat memasuki pintu museum kalian merasakan sebuah hentakan instan dalam kepala kalian, sakit, sementara seperti disuntik tetapi hilang secara instan juga. Soraya menyerahkan urusan pertarungan kalian ke sang Kurator yang bernama Kurator Cahaya dan kalian akan dipimpin per set pertarungan satu demi satu. Dimulai dari Litus Kamara dan Charlotte hingga Fransisca dan Ifan. Kalian dibawa ke sebuah lukisan besar dengan tinggi dua meter dan lebar enam meter, menariknya pemandangan di dalam lukisan itu setengahnya familiar dengan tempat hidup. Tempat tinggal kalian. Setelah dijelaskan rangkaian tugas kalian, kalian dipersilahkan memasuki lukisan besar itu dan memulai pertarungan Tugas utama kalian adalah saling m...

[Lore Pre-Perempat Final] Harta, Delapan Buah Harta

Lima buah permata berjejer di sebuah pedestal di atas meja panjang. Meja makan yang sama dimana lima puluh hari yang lalu keempat sosok yang menggelar perhelatan Battle of Realms juga berkumpul. Kelima permata yang disebut harta esmetas ini tersusun dengan rapi di sebuah altar berbentuk lingkaran mengisi lima dari antara delapan celah yang tersusun. Kelima permata itu masing-masing memancarkan warna yang berbeda. “Aku tidak pernah menyangka jika mereka berdelapan hadir secara dekat seperti ini, mereka memancarkan cahaya indah seperti ini.” Soraya terus memandangi dan terpukau dengan kelima permata tersebut. Tidak, Soraya tidak salah hitung saat ia menyebut angka delapan. Karena saat ini, Tricia, Kakaknya dan juga Rasyid masing-masing membawa ke ruangan ini, Harta yang mereka miliki sendiri. “Jadi, sesuai kontrak. Kini kalian juga harus menyerahkan permata kalian kepadaku bukan?” Rasyid maju dan memasukkan permata berwarna perak masuk ke dalam salah satu celah yang i...

[Round 5] Abu - Mereka yang Berjumlah Delapan

R5 – MEREKA YANG BERJUMLAH DELAPAN     oleh : Heru Setiawan   [50]   Astaroth sang Raja Iblis penguasa Pulau Neraka Nanthara bukanlah pecundang. Ketika diancam akan dipenggal oleh Abu, Raja Iblis itu hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Abu sendiri tak menyadari kalau Astaroth memberikan hadiah kecil berupa kutukan Nanthara. Sederhananya, efek pulau neraka itu tetap akan terasa di manapun Abu berada.   Seperti saat ini, sendiri di kamarnya, Abu hanya bisa berteriak seperti orang gila. Keringat dinginnya mengalir. Matanya mendelik dikelabui ilusi masa lalu.   "UAAAAAARGGHHH!!!!!!"   Bantal guling itu jadi korban tusukan bertubi-tubi. Di mata Abu, pisaunya saat ini sedang menikam tiruan dirinya sendiri. Namun berapa kali pun sosok tiruan Abu ditikam, suaranya tetap terngiang.   Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh? Anak kecil? Orang tua? Mereka yang tidak bersa...